|
There are no translations available.
Palu, Garda Sulteng- Di tengah gaung kampanye caleg-caleg dan partai politik (parpol) menjelang Pemilu 9 April, Persatuan Politik Rakyat Miskin (PPRM) Sulteng, justru menyatakan sikap menolak Pemilu 2009.
Menurut Ketua PPRM Sulteng, Muh. Aksa, dalam realeasenya kepada media ini, mengatakan, Pemilu tidak akan membawa perubahan mendasar bagi kesejahteraan rakyat karena tidak terdapat syarat-syarat konkret untuk itu.
“Pemilu 2009 tidak akan membawa perubahan, selain pergantian kekuasaan di antara partai-partai besar yang selama ini setia menjalankan resep kebijakan dari lembaga donor seperti IMF,” katanya. Begitu pun, kata dia, dengan adanya parpol-parpol baru pun tidak akan membawa alternatif karena memang mereka tidak ada satu pun program alternatif yang jelas yang ditawarkan. Dan kebanyakan parpol baru adalah pecahan parpol lama yang tidak terakomodir kepentingannya di parpol sebelumnya.
“Praktek dari kebijakan neolib, yakni pencabutan subsidi rakyat, pembayaran utang, privatisasi dan liberalisasi perdagangan dan investasi yang setahap-demi setahap menghancurkan industri nasional, menciptakan pengangguran dan kemiskinan massal,” sebutnya.
Ia menambahkan, fakta kemiskinan, pengangguran, pendidikan dan kesehatan yang mahal serta kenaikan harga-harga sembako adalah bukti bahwa pemerintahan sudah gagal dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.
“Untuk itu, kami dengan tegas menolak pemilu. Rakyat tidak butuh Pemilu, namun pemerintahan alternatif seperti yang dipraktekkan oleh negara-negara sosialis Venezuela, Kuba dan Bolivia di Amerika Latin yang terbukti mampu memberikan pelayanan publik, pendidikan dan kesehatan gratis, harga bensin Rp 350/liter bahkan tidak terpengaruh oleh krisis global saat ini,” tandasnya.
Dimuat juga dalam Poros, Luwuk Post dan Info Baru Sulteng edisi 23 Maret 2009 |