| Statement FPN Labuan Batu, 3 Juni 2008 |
|
| Written by KPRM-PRD |
|
There are no translations available.
FRONT PEMBEBASAN NASIONAL Labuhan Batu Sekber : Dsn. Menanti. Ds. Meranti. Kec. Bilah Hulu. Kab Labuhan Batu. Kontak HP- 0813 6174 0444
Batalkan Kenaikan BBM!!! Disisi yang lain pemerintah selalu mengatakan bahwa pemberian subsidi Kepada Rakyat, termasuk mensubsidi BBM adalah tidak mendidik dan membuat rakyat hidupnya malas alias tidak mandiri secara ekonomi serta memberatkan APBN, Padahal Perlu diketahui dengan seksama sesungguhnya Subsidi Kepada Rakyat Itu Adalah Kewajiban yang Mutlak di berikan Negara untuk tetap mengalokasikanya sebesar mungkin agar perekomian rakyat tetap stabil ditengah situasi naikkan BBM yang diikuti oleh naiknya sembako, Transportasi, TDL dan sebaginya. Karena jelas bahwa kekayaan alam diseluruh tanah air Indonesia adalah milik seluruh rakyat, dan Negara ditugaskan untuk mengelola dan selanjutnya untuk kepentingan seluruh rakyat. Jadi seluruh kekayaan alam Indonesia bukan untuk kepentingan segelintir orang. Lalu pertanyaannya, sebetulnya pemerintahan Indonesia mewakili kepentingan Siapa? Jika sampai saat ini kebijakannya malah menyengsarakan rakyat dan kebijakan yang dilakukan justru menguntukngkan kepentingan Modal asing. Sementara itu sumber-sumber minyak kita di kuasai oleh pemilik Modal asing, seperti Exxon Mobil Dll. Yang setiap tahunnya Exxon mobil meraup keuntungan dari sumber minyak kita sebesar US $ 40,6 milyar (Rp.373 trilyun) dari pendapatan US $ 114,9 milyar (Rp. 1.057 trilyun/CNN) pada tahun 2007. belum lagi ditambah perusahaan-perusahaan internasional lainnya yang ikut mengeruk sumber minyak kita. Yang + 90% sumber minyak kita dikuasai oleh Pemilik Modal Asing. Kita harus membeli minyak kita yang dikuasai oleh Asing, dengan harga saat ini US $ 135 / barel maka nilainya mencapai 1,25 triliun per hari atau Rp 458,25 triliun per tahun. Belum termasuk nilai penjualan gas yang juga luar biasa besarnya, mencapai 82,8 trilun per tahun (Bandingkan dengan Defisit Anggaran Belanja Negara (APBN) kita Sekarang, yang hanya Rp 21,4 trilyun). Maka bukan dengan cara menaikan harga BBM untuk menutupi kekurangan/devisit Anggaran Belanja Negara (APBN) Negara. Kalau Pemerintahan SBY-JK memang dalam kebijakkannya berpihak kepada rakyat dan bukan berpihak kepada pemilik modal Asing, maka yang harus dilakukan oleh Pemerintahan SBY-JK Menasionalisasikan seluruh Industri MIGAS untuk kepentingan rakyat. Bukan menaikkan hargga BBM, dan memberikan Bantuan Tunai Langsung (BLT) yang justru hal ini adalah tidak mendidik dan tipu muslihat untuk menenangkan sebagaian rakyat agar tidak menolak kenaikkan BBM. Untuk itu kami dari Front Pembebasan Nasional Labuhan Batu menuntut: 1. Batalkan Kenaikan Harga BBM dan Turunkan Harga Sembako. 2. Berikan Subsidi Pada Rakyat. 3. Potong Gaji dan Cabut Semua Tunjangan Para Pejabat Negara Dan Anggota DPR Agar BBM tidak Naik Maka, Front Pembebasan Nasional Menawarkan Jalan Keluar Secara kongkrit: 1. Nasionalisasi Industri Migas Di Bawah Kontrol Rakyat. 2. Nasionalisasikan Segera Aset-Aset Vital Di Bawah Kontrol Rakyat. Front Pembebasan Nasional Labuhan Batu 03 Juni 2008 Persatuan Remaja Masjid Bersatu (PARMAB) Kelompok Tani Bersatu(KTB) Kelompok Tani Tiga Maju(KTTM) Kelompok Tani Mentari(KTM) Perempuan Bersatu Berjuang (GPB) Gerakan Pemuda Bersatu(PBB) Gerakan Pemuda Lestari (GPL) Forum Setudi Intelektual (FOSIL) Forum Mahasiswa Progresip(FORMASIP) Jaringan Nasional Perempuan Mahardika (JNPM) Kelompok Diskusi Intelektual(KDI) Serikat Tani Nasional PRM (STN-PRM) Kelompok Tani Padang Halaban Sekitarnya(KTPNS) Gerakan Rakyat Indonesia (GRI) Persatuan Perempuan Indonesia(PERPENI) Kelompok Tani Sulum(KTS) Persatuan Rakyat Miskin Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi(PRM-LMND) |


